Thursday, 23 June 2016
penyemangat diri sendiri dan orang lain :)
Sebelumnya, aku sudah pernah tulis sebuah artikel yang mewakili perasaanku pada saat itu juga. Perasaan itu tertuang di dalam sini
Sebelumnya, aku sudah pernah tulis sebuah artikel yang mewakili perasaanku pada saat itu juga. Perasaan itu tertuang di dalam sini
Tau gak, Tuhan itu punya jawaban untuk setiap doa dari masing-masing kita. Kamu juga pasti tau akan hal itu. Jawaban dari dia hanya 3, yaitu YA, TIDAK, dan TUNGGU.
Yaaa, rencana-rencana yang sudah kita rancang pasti kita selipkan dalam untaian doa kita padaNya. Pastinya begitu dong. Coba pikir pikir lagi, ketiga jawaban itu tanpa kita sadari sudah kita lewati satu per satu, meskipun butuh proses yang panjang. Coba refleksikan kembali setiap rancangan yang sudah kamu coret dari list kamu.
Saat aku menulis artikel yang aku sebutin di atas, ada sebuah rencana yang berada dalam posisi top list ku. Rencana yang sudah sangat lama aku tunggu hasilnya. Rencana itu masuk dalam top list-ku karena sudah kurang lebih 3 tahun aku melaluinya bersama dengan mereka, orang-orang yang sangat kukasihi dan sangat mengasihiku. Pastinya rencana itu selalu kuselipkan dalam untaian doaku.
Tuhan benar benar kasih proses yang panjang untuk jawaban dari rencanaku ini. Benar-benar panjang dan sangat melelahkan. Semuanya lelah, aku lelah, mereka juga lelah dan terkhusus si emak (alias Ibuku) pasti juga amat sangat lelah.
Tapi Tuhan gak pernah ngebiarin kita sendiri.
Terkadang Tuhan membiarkan kita berjalan sendiri, meskipun kita tertatih-tatih tapi dia selalu di belakang kita kok. Layaknya orang tua yang sedang mengawasi kita untuk belajar berjalan. Saat jatuh, tanganNya pasti terulur ke hadapan kita, tergantung kita apakah kita akan menyambut tangan itu atau tidak.
Dalam proses 3 tahun itu, aku sadar, terkadang aku tidak menyambut tangan itu dan terkadang meminta tangan itu terulur kembali dan Dia akan dengan senang hati mengulurkan tangan itu kembali kepada kita. Sering begitu.
Saat aku menulis artikel yang aku sebutin di atas, ada sebuah rencana yang berada dalam posisi top list ku. Rencana yang sudah sangat lama aku tunggu hasilnya. Rencana itu masuk dalam top list-ku karena sudah kurang lebih 3 tahun aku melaluinya bersama dengan mereka, orang-orang yang sangat kukasihi dan sangat mengasihiku. Pastinya rencana itu selalu kuselipkan dalam untaian doaku.
Tuhan benar benar kasih proses yang panjang untuk jawaban dari rencanaku ini. Benar-benar panjang dan sangat melelahkan. Semuanya lelah, aku lelah, mereka juga lelah dan terkhusus si emak (alias Ibuku) pasti juga amat sangat lelah.
Tapi Tuhan gak pernah ngebiarin kita sendiri.
Terkadang Tuhan membiarkan kita berjalan sendiri, meskipun kita tertatih-tatih tapi dia selalu di belakang kita kok. Layaknya orang tua yang sedang mengawasi kita untuk belajar berjalan. Saat jatuh, tanganNya pasti terulur ke hadapan kita, tergantung kita apakah kita akan menyambut tangan itu atau tidak.
Dalam proses 3 tahun itu, aku sadar, terkadang aku tidak menyambut tangan itu dan terkadang meminta tangan itu terulur kembali dan Dia akan dengan senang hati mengulurkan tangan itu kembali kepada kita. Sering begitu.
Penyakit itu ada dalam tubuh Ibuku kurang lebih 3 tahun, jahat dan sangat jahat. Aku, ayahku dan adik-adikku menyaksikan bagaimana dia sedikit demi sedikit mengurangi kelincahan ibuku, mengurangi senyum dan tawa dari bibirnya, mengurangi kata-kata cerewetnya saat dia sedang marah, mengurangi kekuatan fisiknya untuk berjalan, berbicara, terutama memeluk kami dan perlahan-lahan semua hal itu hilang.
Dalam proses itu, tidak bisa dibantah, bahwa kami pernah marah pada Tuhan, pernah meragukan Tuhan dalam hidup kami. Tapi kami masih saling memiliki, kami saling menguatkan, aku, Ayah dan adik-adikku. Dibalik cobaan itu, ada berkat indah yang Tuhan salurkan untuk kami masing-masing. Berkat yang tidak akan ternilai untuk keluarga kami.
Serius banget nih ceritanya. Nulis ini aja udah pengen nangis rasanya, tapi gak boleh, harus tetap semangat.
Tau gak, akhirnya Tuhan kasih jawaban untuk rencana utamaku itu.
Tadi aku belum sebutin rencananya kan. Nah, rencanaku itu adalah ingin memberikan obat terbaik lewat penghasilan yang sudah kumiliki dibantu oleh adikku. Tapi kembali lagi, rencana kita yang menyusun, tetapi keputusan tetap di tangan Tuhan. Aku dan pastinya keluargaku selalu berdoa untuk kesembuhan Ibuku. Kami pengen dia pulih seperti dulu lagi dan Tuhan menjawab YA. Ibuku sudah bahagia bersamaNya disana. Melihat kami dari kejauhan dengan tersenyum. Rasa sakit itu sudah hilang dan sembuh. Tuhan memberikan kesembuhan yang seutuhnya untuk Ibuku. Kesembuhan yang bukan karena perbuatan manusia, tapi kesembuhan yang benar benar berasal dariNya.
Dalam proses itu, tidak bisa dibantah, bahwa kami pernah marah pada Tuhan, pernah meragukan Tuhan dalam hidup kami. Tapi kami masih saling memiliki, kami saling menguatkan, aku, Ayah dan adik-adikku. Dibalik cobaan itu, ada berkat indah yang Tuhan salurkan untuk kami masing-masing. Berkat yang tidak akan ternilai untuk keluarga kami.
Serius banget nih ceritanya. Nulis ini aja udah pengen nangis rasanya, tapi gak boleh, harus tetap semangat.
Tau gak, akhirnya Tuhan kasih jawaban untuk rencana utamaku itu.
Tadi aku belum sebutin rencananya kan. Nah, rencanaku itu adalah ingin memberikan obat terbaik lewat penghasilan yang sudah kumiliki dibantu oleh adikku. Tapi kembali lagi, rencana kita yang menyusun, tetapi keputusan tetap di tangan Tuhan. Aku dan pastinya keluargaku selalu berdoa untuk kesembuhan Ibuku. Kami pengen dia pulih seperti dulu lagi dan Tuhan menjawab YA. Ibuku sudah bahagia bersamaNya disana. Melihat kami dari kejauhan dengan tersenyum. Rasa sakit itu sudah hilang dan sembuh. Tuhan memberikan kesembuhan yang seutuhnya untuk Ibuku. Kesembuhan yang bukan karena perbuatan manusia, tapi kesembuhan yang benar benar berasal dariNya.
Terkadang jawaban YA gak selalu menyenangkan hati seorang manusia seperti kita, karena kita gak tahu dengan cara apa Tuhan memberikan jawaban YA sama kita. Untuk kasusku ini kalau ada kata yang bisa menggambarkan perasaan sedih, aku pilih kata itu deh, tapi kayaknya gak ada. Aku udah ga bisa lagi ngerasain pelukan dari seorang Ibu, cerewetan dari seorang Ibu, suara lembutnya, suara tawanya. Kalau dipikir pikir sih, wahhhhhhhh, luar biasa sedihnya. Tapi aku masih punya adik-adik dan seorang Ayah yang sangat luar biasa. Aku juga harus menjadi kuat dan semangat seperti Ibuku yang 3 tahun ini sudah berjuang melawan sakit itu demi kami anak-anaknya.
Terkadang aku juga ga bisa membendung tangisanku di malam hari saat aku rindu sekali dengan Ibuku. Rindunya itu loh bikin sesak. Sesak sekali. Yang bisa aku lakuin hanya membiarkan tangisan itu keluar dan tentunya sambil berdoa. Beneran, ini beneran.
Hahhhhhh, ora iso dideskripsikanlah pokoknya. Tapi harus selalu ingat, kita punya Tuhan yang gak akan pernah ninggalin kita, meskipun terkadang kita nakal :'). Terimakasih Tuhan, jagain si emak (Ibu) disana yaa. Sampaikan rasa rindu kami padanya.
Buat kamu kamu yang disana tetap semangat juga :)
Terkadang aku juga ga bisa membendung tangisanku di malam hari saat aku rindu sekali dengan Ibuku. Rindunya itu loh bikin sesak. Sesak sekali. Yang bisa aku lakuin hanya membiarkan tangisan itu keluar dan tentunya sambil berdoa. Beneran, ini beneran.
Hahhhhhh, ora iso dideskripsikanlah pokoknya. Tapi harus selalu ingat, kita punya Tuhan yang gak akan pernah ninggalin kita, meskipun terkadang kita nakal :'). Terimakasih Tuhan, jagain si emak (Ibu) disana yaa. Sampaikan rasa rindu kami padanya.
Buat kamu kamu yang disana tetap semangat juga :)
Late post, created in March 2016
Hari ini bener-bener ngebosanin. Ini hari ketiga aku free dari yang namanya project kantor. Hari pertama itu wow, rasanya seneng bnaget, bahagia, sulit diungkapin deh. Hari kedua, yah mulai kerasa tuh bosannya, mulai bingung mau ngapain. Hari ketiga, sumpah ini ngebosanin banget. Tapi yaa, dinikmati aja dulu, mumpung lagi free, jadi bisa oprek oprek apapun yang lagi booming sekarang di dunia luar selain dunia kantor.
Nah, tau gak sih kalau lagi free gini, pikiran kita itu bisa melayang-layang kemana-mana. Soalnya :
1. Lagi gak dipenuhi sama yang namanya bisnis proses dari project yang di-assign ke kita
2. Lagi gak dipenuhi sama pertanyaan 'gimana ya caranya supaya bisa ngebuat kayak begini?'
3. Lagi gak dipenuhi sama pertanyaan 'X (anggap saja namanya), udah sampai mana progress projectnya? Ada kendala kah?' Udah pada tau lah ya, pertanyaan itu datangnya dari mana atau dari siapa?
4. Kamu pasti ngrasain gimana rasanya kamu harus mikir ulang lagi sama yang udah kamu rancang di otak kamu karena apa yang ada di dalamnya sudah berantakan dan butuh waktu untuk nyusun balik hanya karena tiba-tiba mendadak di panggil buat meeting (lupa abis mikirin apa).
5. Buat yang masih baru kerja dan punya sifat menjunjung tinggi 'segan buat ngeganggu atasan untuk menanyakan sesuatu'. Pasti kamu butuh waktu untuk mengumpulkan keberanian dan menyusun pertanyaan apa yang bakalan kamu tanyakan. (I know that feel. hihihihihi)
6. Masih banyak lagi deh pokoknya.
Dikarenakan beberapa hal di atas, coba tebak apa yang aku pikirin?
Weitsss, tunggu dulu, mau tau aja atau mau tau banget ? Hahahaha.
Tuh, aku kepikiran judul yang di atas "plan it's yours but decision is in Him". Sok bijak banget kan? Tapi ya itu dia, kayaknya ada malaikat yang tiba tiba bisikin sesuatu. Padahal tau gak sih, kalau aku habis baca cerita horor yang di share sama teman seperjuangan.
Kalau kamu-kamu penyuka cerita horor, boleh dicoba deh. Soalnya konon katanya, cerita ini real loh. Penasaran? Nih, aku kasih linknya deh http://m.kaskus.co.id/thread/56edafb531e2e6a77a8b4569. Percaya deh, ini bukan lagi promosi tapi cerita horor ini kasih pesan yang bagus banget buktinya habis baca cerita horor, kepikiran sama judul di atas. Meskipun pesan cerita itu gak ada hubungannya sama pesan cerita ini. Hahahahaha :D
Sebenernya aku juga bingung kenapa aku kepikiran kesana. Gatau gimana algoritmanya bisa dapat output begitu (programmer banget ya). Ketahuan deh!. Yups, aku itu seorang developer lulusan sebuah Institusi yang terletak di daerah terpencil tapi bukan berarti pola pikirnya terpencil justru selangkah lebih maju. Iya, cewek, emang kenapa kalau cewek?
Oke oke, back to topic :)
Yah, aku kepikiran gitu karena tadi aku tiba tiba sadar, ternyata sekarang aku udah umur tiiiiiiiitttttttt (sensor). Hahahaha... Yang jelas masih muda kok.
Aku udah bisa sampai ke tahap ini, banyak loh rencana-rencana yang udah aku buat tapi gak semuanya terelealisasi. Ada satu hal yang benar benar aku pengen, kamu kamu juga pasti punya sesuatu hal yang jadi prioritas utama dalam list rencana kamu. Coba deh bayangin, kamu udah bikin timeline untuk rencana kamu, bahkan sampai waktu deadline tiba tapi list itu belum berubah status menjadi terlaksana.
Nah, balik lagi ke kalimat yang paling atas. Biar pun gak semua rencana yang udah aku rancang untuk hidupku terealisasi, ternyata Dia punya rancangan yang lebih baik lagi.
Di kitab suci ajaran agamaku juga bilang kayak gitu, tertulis di Amsal 16:9, isinya
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.
Aku juga yakin di ajaran agama yang lainnya juga pasti berkata hal yang sama.
Coba deh kamu ingat-ingat lagi apa yang udah kamu rancang sebelumnya, gak semua terealisasi kan,
but you still survive until this time even tough it's hard. At least you still survive.
Percaya deh, kita bisa tetap survive itu bukan karena kekuatan kita sendiri tapi uluran tanganNya yang selalu tersedia buat kita saat kita ngebutuhin Dia.
Sekarang ini aku juga lagi ngejalanin rancangan Tuhan yang aku yakin ini juga salah satu rancangan terbaikNya dalam hidupku setelah rancangan sebelumnya yang membuatku sampai ke tahap ini (meskipun ini awal segalanya). Rancangan yang dia buat sekarang itu benar-benar kasih aku pemikiran yang lebih dewasa, hati yang semakin kuat dan tegar, menyadari kelemahanku sebagai manusia. Yaaa, meskipun aku belum dapat itu sepenuhnya, tapi ini proses yang Dia kasih untuk mencapai hal yang lebih baik lagi dan aku akui proses ini sulit. Tapi aku yakin semuanya akan indah pada waktunya.
Just believe in Him and always hold His hands.
Oh iya, ingat kan sama pepatah yang bilang ORA ET LABORA, BERDOA SAMBIL BEKERJA jangan sampai kebalik loh. Kalau kita pegang prinsip itu, yakin deh Dia akan sangat mempertimbangan setiap rencana kita
Buat kamu-kamu yang sekarang lagi ada di proses sulit yang udah dirancangkan oleh-Nya, tetap semangat, percaya deh kamu bisa melalui rancangan yang udah disusun Dia buat kamu. Dia udah nyiapin rancangan kehidupan kita masing-masing dan rancangan itu adalah rancangan terindah. Percaya gak percaya aku punya imajinasi kalau Dia itu punya perpustakaan yang besar banget yang nyimpan buku-buku kehidupan kita dan di sampul buku itu sudah diukir dengan nama kita masing-masing
Huaaaaaaa, sok bijak banget. Tapi ini ngalir gitu aja, beneran. Semangat buat kita-kita yang percaya kalau rancangan indah itu selalu ada buat kita dan ingat tetap tersenyum :)
Oh iya, hari ini Jumat.
Sekian
Tuesday, 3 May 2016
ada beberapa hal yang sulit dihindari
yaa, salah satunya perpisahan
bukan perpisahan untuk selamanya
tapi perpisahan semu
meskipun semu......
tinta pena ini sebagai perwakilan
perwakilan untuk menyampaikan beberapa hal
yang tiap goresannya diselimuti ketulusan
ketulusan yang diciptakan karena sebuah hubungan
setiap ketulusan itu berisi doa
tentunya untuk setiap kesuksean
tentunya untuk setiap kesehatan
tentunya untuk setiap rencana
tinta pena ini juga perwakilan
untuk menyampaikan ketulusan itu
pada Tuhan Sang Pencipta
04 Mei 2016 - dedicated to 'mba Dwina'
04 Mei 2016 - dedicated to 'mba Dwina'
Friday, 29 April 2016
entahlah, aku tidak tahu
dimana jarum jam itu beristirahatkarena di saat itulah, angin menghampiriku
memberikan sebuah pesan
pesan yang aku tak tau harus bereaksi seperti apa
pesan yang memaksa hatiku bergejolak
pesan yang memaksa pikiranku untuk kacau
pesan yang memaksa butiran itu jatuh
apakah kau tau, pesan apa yang disampaikan?
kau ingin tahu?
Arghhh.
untuk apa kau bertanya?
bukankah kau yang meminta angin untuk menyampaikannya?
ya, kau..
kau yang tega memberikan perintah itu kepada angin
sebuah perintah untuk menyampaikan kepergianmu
yang hanya meninggalkan kenangan dan nama
pergi, keinginanmu kah?
entahlah
hanya kau dan Tuhan yang mengetahuinya
29 April 2016 - dedicated to 'trinova lumbangaol'
ditemani oleh titik air hujan
apakah ini memang waktu yang tepat
bertanya kepada sebuah pikiran
kata seperti apa yang pantas bibir ucapkan
bertanya kepada sebuah pikiran
kata seperti apa yang pantas bibir ucapkan
termenung dalam imajinasi yang tak terbendung
berputar dalam sebuah pilihan
kata-kata yang seolah tak ingin disentuh
membuat waktu bergulir begitu cepat
aku tak ingin waktu mendahuluiku
aku ingin mengumpulkan desibel bunyi sebanyak mungkin
aku ingin mengumpulkan desibel bunyi sebanyak mungkin
seperti titik air hujan yang bersatu
membentuk sebuah pasukan yang kuat
sehingga
takkan ada pasukan lain yang menghalangiku
untuk menyampaikan setiap desibel bunyi itu
aku berharap, sangat berharap
kau tidak berada dalam ruang vakum
agar desibel itu merambat melalui telingamu
untuk mendengar sebuah pengakuan
untuk mendengar sebuah pengakuan
ya, sebuah pengakuan
yang akan menerobos masuk menuju hati dan pikiranmu
Wednesday, 6 April 2016
Gilang menutup catatan kecilnya, menghela nafas panjang dan membaringkan dirinya di hamparan pasir putih. Matanya lurus memandang langit biru yang sudah dinodai oleh semburat oranye pertanda matahari akan kembali beristirahat seperti Gilang yang saat ini juga sangat ingin beristirahat dari kelelahannya untuk sejenak.
Tepat di sebelah Gilang berbaring seorang gadis seperti sedang ikut terhanyut dalam peristirahatan Gilang sambil menikmati angin pantai dan langit yang indah. Gadis itu melihat ke arah Gilang dan tersenyum.
"Gilang... Kamu ngapain aja sih disini? Makan malam sudah tersedia tuh. Tim udah pada nungguin kamu, pada kelaparan tuh" ucap seorang gadis
"Iya iya, bawel banget sih" Gilang beranjak dari tempatnya dibantu oleh gadis tersebut, tetapi Gilang malah menarik gadis itu dan alhasil gadis itu terjatuh saat membantu Gilang berdiri.
"Gilangggggggggg.... Sakit tauuu" Gadis itu setengah berteriak
"Katanya mau makan, udah lapar, kok malah gantiin aku baringan disitu sih Na?"
Gilang langsung berlari meninggalkannya. Gadis itu tidak ingin kalah, dia juga langsung bangkit dan mengejar Gilang.
"Awas kamu yaaaa." Kekonyolan mereka disaksikan oleh matahari yang akhirnya kembali ke tempat peristirahatannya.
Ratna Antika adalah sahabat Gilang. Mereka sudah mulai berteman sejak mereka kecil. Keluarga Ratna dan Gilang saling mengenal, bahkan dulunya mereka sering menghabiskan waktu bersama seperti liburan keluarga, saling mengunjungi satu dengan yang lainnya.
Ratna dan Gilang juga berasal dari Universitas yang sama dan teman-teman di kampusnya juga sudah mengetahui tentang pertemanan mereka. Ratna sudah menganggap Gilang sebagai saudara kandungnya begitu juga dengan Gilang.
Tepat di sebelah Gilang berbaring seorang gadis seperti sedang ikut terhanyut dalam peristirahatan Gilang sambil menikmati angin pantai dan langit yang indah. Gadis itu melihat ke arah Gilang dan tersenyum.
"Gilang... Kamu ngapain aja sih disini? Makan malam sudah tersedia tuh. Tim udah pada nungguin kamu, pada kelaparan tuh" ucap seorang gadis
"Iya iya, bawel banget sih" Gilang beranjak dari tempatnya dibantu oleh gadis tersebut, tetapi Gilang malah menarik gadis itu dan alhasil gadis itu terjatuh saat membantu Gilang berdiri.
"Gilangggggggggg.... Sakit tauuu" Gadis itu setengah berteriak
"Katanya mau makan, udah lapar, kok malah gantiin aku baringan disitu sih Na?"
Gilang langsung berlari meninggalkannya. Gadis itu tidak ingin kalah, dia juga langsung bangkit dan mengejar Gilang.
"Awas kamu yaaaa." Kekonyolan mereka disaksikan oleh matahari yang akhirnya kembali ke tempat peristirahatannya.
Ratna Antika adalah sahabat Gilang. Mereka sudah mulai berteman sejak mereka kecil. Keluarga Ratna dan Gilang saling mengenal, bahkan dulunya mereka sering menghabiskan waktu bersama seperti liburan keluarga, saling mengunjungi satu dengan yang lainnya.
Ratna dan Gilang juga berasal dari Universitas yang sama dan teman-teman di kampusnya juga sudah mengetahui tentang pertemanan mereka. Ratna sudah menganggap Gilang sebagai saudara kandungnya begitu juga dengan Gilang.
"Oke tim, semua sudah berkumpul disini. Sambil kita menikmati hidangan yang tersedia di meja makan, saya ingin menyampaikan sesuatu" ucap William yang memimpin tim pengajar di daerah mereka berada sekarang.
"Terimakasih untuk kita semua. Terimakasih karena kalian jiwa-jiwa muda masih memberikan perhatian kalian untuk pendidikan di Negara kita ini. Saya sangat berharap semangat ini akan tetap seperti ini sampai jiwa-jiwa muda dengan semangat seperti kalian muncul lagi. Saya sangat senang bekerja sama dengan kalian. Seperti yang telah kalian ketahui, ini adalah hari terakhir kita bisa bersama, karena saya akan melanjutkan program Doctor saya ke luar negeri bersama dengan keluarga saya. Saya memang berhenti dari pekerjaan ini, tetapi saat saya kembali lagi ke Indonesia, dan dengan ijin Tuhan saya berencana untuk ikut membantu kembali pada kegiatan ini. Meskipun kita berpisah tetapi kita tetap satu tim dan jangan sampai putus komunikasi. Untuk menggantikan posisi saya, saya meminta kesedian Gilang untuk berdiri"
"Untuk rekan-rekan, saya mohon bantuannya dengan begitu kita dapat meningkatkan kualitas pengajaran kita lagi. Terimakasih untuk Pak William yang telah memberikan saya kepercayaan. Saya pasti akan berusaha yang terbaik."
Tim serentak bertepuk tangan sebagai tanda untuk menyambut leader baru mereka.
"Saya juga memiliki satu pengumuman lagi. Kita akan kedatangan satu anggota baru. Seorang gadis cantik yang berdomisili di Jakarta. Sepertinya Ratna akan memiliki saingan baru sebagai wanita tercantik di tim kita" lanjut Pak William
Semua anggota tim ribut membicarakan gadis yang akan menjadi anggota tim mereka, maklum di tim ini hanya ada seorang gadis yang bernama Ratna dan kali ini Ratna akan terancam dari posisinya sebagai wanita tercantik.
Gilang menatap Ratna dengan jahil, Ratna hanya memasang wajah kesal untuk membalas Gilang. Tetapi tetap saja dia merasa senang, jadi dia memiliki teman yang bisa diajak 'gosip'. Ratna tersenyum, tidak sabar menunggu kehadiran gadis itu.
"Oke oke, semuanya kembali tenang. Gadis ini akan bergabung dengan tim kita mulai minggu depan. Saya sudah bertemu dengan dia sebelumnya, dan menurut saya dia cantik"
Sontak semua anggota tim kembali bersorak, terutama untuk anggota laki-laki, tetapi Gilang hanya tersenyum.
"Baiklah, sekian pengumuman dari saya. Mari kita menikmati hidangan lezat yang ada di hadapan kalian sepuasnya. Kita berpesta. Cheers....." ucap William sambil mengangkat gelasnya diikuti dengan anggota lainnya.
Bintang kembali memegang pundaknya yang terkena pukulan Tika. "Sakit banget sih pukulan tuh anak."
Tika beranjak dari tempatnya dan kembali ke kamar meletakkan tas yang berisi perkakas untuk membantu dirinya selama berada di kantor.
Besok adalah hari terindah untuk seluruh pekerja yang bekerja hanya lima hari dalam seminggu tidak terkecuali untuk Tika. Tika mengeluarkan benda segiempat berwarna putih dan membuka akun blogspot miliknya dan mulai untuk merangkai kalimat untuk mengawali ceritanya.
Lewat blogspot miliknya,Tika sedikit banyak mencurahkan hal yang dia rasakan selama menjalani setiap detik yang ia punya.
"Ada beberapa hal indah di dunia ini yang memang belum waktunya menjadi milik kita tetapi setiap hembusan nafas kita adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan secara cuma-cuma. Hadiah terindah itulah yang seharusnya mengingatkan kita umat manusia untuk selalu bersyukur kepadaNya tidak terkecuali untukku. Aku juga punya kado terindah lainnya. Kado itu adalah orangtua yang sangat menyayangiku dengan segenap hati dan jiwa yang membuatku dapat masuk ke dalam satu komunitas yaitu 'KELUARGA'. Hadiah itu semakin lengkap dengan dibungkus oleh kotak dan pita yang sangat indah yaitu seorang kakak ataupun adik. Aku sangat merindukan kalian.
Aku masih menunggu kado lainnya Tuhan :)" 16
Tika menutup blogspotnya dan memutar sebuah lagu.
**
"Kak Gilaaaaaannnggggg......" teriak beberapa anak kecil yang berlomba untuk memeluk laki laki yang sepertinya sudah sangat lama dinantikan oleh anak anak tersebut.
Anak-anak itu memeluknya dengan sangat bahagia sedangkan laki laki yang bernama Gilang Pratmo itu membungkukkan tubuhnya dan berusaha untuk merangkul semua anak tersebut sambil tertawa bahagia.
Anak-anak itu memeluknya dengan sangat bahagia sedangkan laki laki yang bernama Gilang Pratmo itu membungkukkan tubuhnya dan berusaha untuk merangkul semua anak tersebut sambil tertawa bahagia.
Gilang Pratmo adalah salah satu mahasiswa di sebuah Universitas terkenal di Jakarta dan kerap sekali mengisi waktu libur kuliahnya dengan mengikuti sebuah program Menteri Pendidikan yang mencari orang-orang yang bersedia memberikan tenaganya untuk membantu setiap anak yang belum merasakan pendidikan. Daerah yang menjadi tempatnya membantu adalah Maluku. Gilang memang seorang jiwa muda yang menaruh perhatian terhadap pendidikan di Indonesia.
"Halo adik-adik. Apa kabar semuanya?"
"Luar biasa kak Gilaaaannnggggg...." sontak semua anak menjawab dengan sangat antusias sambil memberikan senyuman lebar mereka.
Melihat senyuman anak-anak itu, Gilang sangat bahagia yang membuat gigi rapinya terlihat semua.
"Baiklah, kita mulai pelajaran kita ya. Seperti biasanya, siapa yang berhasil menjawab pertanyaan kakak di akhir kelas kita nanti, akan ada hadiah" Gilang memulai penjelasannya tentang pelajaran Matematika.
"Halo adik-adik. Apa kabar semuanya?"
"Luar biasa kak Gilaaaannnggggg...." sontak semua anak menjawab dengan sangat antusias sambil memberikan senyuman lebar mereka.
Melihat senyuman anak-anak itu, Gilang sangat bahagia yang membuat gigi rapinya terlihat semua.
"Baiklah, kita mulai pelajaran kita ya. Seperti biasanya, siapa yang berhasil menjawab pertanyaan kakak di akhir kelas kita nanti, akan ada hadiah" Gilang memulai penjelasannya tentang pelajaran Matematika.
Program yang diikuti Gilang adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan untuk anak-anak daerah yang sama sekali belum mendapatkan pendidikan dasar. Para pengajar yang tergabung adalah kalangan muda dari berbagai jurusan, sehingga tidak ada batasan untuk menjadi pengajar muda yang ingin membantu pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.
"Kak Gilang, terimakasih untuk hadiahnya" tiba-tiba seorang gadis dengan senyuman manis muncul dari balik punggung Gilang.
Gilang yang sedang menikmati angin sore sebuah pantai yang terletak tepat di tempat dia mengajar. Gilang meletakkan gadis kecil itu di pangkuannya. "Sama-sama gadis manis. Permennya enak tidak? Kamu harus lebih rajin lagi belajarnya ya. Supaya gede nanti bisa beli permen lebih buuaannyaaaaakkk lagi" ucap Gilang sambil memegang kepala gadis kecil itu.
Gilang yang sedang menikmati angin sore sebuah pantai yang terletak tepat di tempat dia mengajar. Gilang meletakkan gadis kecil itu di pangkuannya. "Sama-sama gadis manis. Permennya enak tidak? Kamu harus lebih rajin lagi belajarnya ya. Supaya gede nanti bisa beli permen lebih buuaannyaaaaakkk lagi" ucap Gilang sambil memegang kepala gadis kecil itu.
"Nanti kalau aku udah gede, aku bakalan kasih permen yang paling banyak ke kak Gilang, karena kak Gilang itu baik."balas gadis itu sambil berlari kecil meninggalkan Gilang.
Gilang tersenyum dan mengambil catatan yg berada di sampingnya dan sebuah pena dengan ukiran indah. Gilang membuka catatannya dan mulai menuliskan sesuatu.
"Tersenyum memiliki banyak arti. Tersenyum bisa mewakilkan kepalsuan dan ketulusan. Tergantung setiap orang akan memilih senyuman kepalsuan atau senyuman ketulusan itu sendiri. Tapi di tempat ini, aku memilih untuk memberikan senyuman ketulusan karena aku juga memperoleh senyuman tulus . Senyuman dari setiap hati anak anak yang dengan tulus mereka ungkapkan. Senyuman itu yang membuatku belajar artinya ketulusan. 09"
Subscribe to:
Posts (Atom)