Friday, 9 June 2017
Hmmp, kata apa yang pertama kali ya bagus buat diketik. Entahlah dan jadilah ini. Semoga berfaedah terutama buat gadis, wanita, bahkan orgtua (hmmpppp, mungkin ada ya) pencinta drama korea.
Oppa, eonni, aboeji, omma, yeobo, jagya (tolong diabaikan kebenaran dari sisi penulisannya), istilah ini itu hal yang ga bisa dipungkiri para penikmat bahkan pencinta drama korea, pasti tau deh artinya. Kamu kamu ga usah mangkir deh! hahahhaha
Coba kamu list udah berapa banyak drama korea yang ada dalam daftar mu dan aku bakal kasih beberapa fakta tentang para pencinta , penikmat drama korea.
- Penikmat drama korea bisa dibilang 80% adalah para ladies.
Kenapa para ladies? Ladies itu identik banget sama yang namanya perasaan, romantisme kehidupan, melankolisnya kehidupan. Bahasa gaulnya itu BAPER. Ladies itu dekat banget sama yang namanya istilah baper. Baper ngelihat kehidupan aktris utama yang punya hidup susah then ketemu oppa tampan dan kaya. Baper ngelihat perlakuan oppa tampan dan kaya terhadap gadis sederhana, miskin tapi berhati mulia. Terkadang ladies bisa aja ngbayangin dirinya begitu di dunia nyata. Gimana gak baper coba? Hmmppppp - Penikmat drama korea sebelum memutuskan untuk menonton, harus lihat cast nya dulu, cantik dan tampankah?
Nah, biasanya nih para ladies bakalan cari tahu dulu tuh cast nya alias pemeran utama aktris dan aktornya siapa dulu. Kalo kira kira kurang menarik, ladies bakal mengabaikan drama itu. Jahat sih, tapi that's the fact - Penikmat drama korea rela ngebagi waktu tidurnya demi drama korea
Wah, pengorbanan banget ini namanya. Demi terpuaskannya rasa penasarannya, para ladies rela membagi waktu tidurnya atau bahkan menghabiskan waktu tidurnya dengan tetap fokus menonton drama yang tentunya bukan drama on going ya. Sekali memutuskan untuk memulai menonton, susah nih para ladies buat pisah dari drama nya. Apalagi ngliat oppa oppa ganteng di dalamnya, siapa yang rela tidur. - Penikmat drama korea bakalan punya scenes yang bener bener menarik perhatian mereka
Untuk poin ini, para ladies pasti punya scene scene tertentu yang bener bener menarik perhatian, bahkan bisa aja ngulang scene itu berkali kali. Hayooo, bener kan para ladies? apalagi pas adegan romantismenya, ladies bisa gregetan sendiri. Iya gak, iya gak?
Lagi lagi jangan mangkir loh - Penikmat drama korea itu punya pertanyaan yang jawabannya 90% tidak
Kenapa aku sebut begitu, karena kebanyakan para ladies itu saat menonton sambil membayangkan dirinya ada di posisi itu. Apa ada ya pria sekaya dan setampan itu jatuh cinta dengan wanita miskin? Apa ada ya pria sekaya dan setampan itu rela meninggalkan hartanya untuk seorang wanita? Apa ada ya pria sekaya dan setampan itu seromantis ini? Pertanyaan itu pasti deh terbersit di pikiran para ladies
Thursday, 24 November 2016
Hari ini aku lebih memilih untuk memasang earphone di telingaku untuk menunjukkan pada mereka mereka bahwa aku tidak ingin diganggu. Tidak ingin diperintah, ataupun dimintai tolong oleh siapapun "UNTUK SEMENTARA", karena aku tahu ini tidak mungkin berlangsung lama. Sebenarnya mungkin, tapi tidak untuk disarankan.
Aku melakukan ini di kantor, hmmpp, sedikit tidak etis memang tapi aku memang benar benar tidak ingin diganggu sedikit pun.
Bahkan seutas senyum pun tidak berniat untuk kumunculkan. :D
yah sudahlah, terserah mereka berpikir apa, tapi aku benar benar kecewa
Rasanya pengen cepat cepat berpindah hari ini dari tempat yang dikasih label "KANTOR".
Tapi, dengan sigap setelah kesal melanda, alarm di kepalaku berbunyi, dengan tulisan "kenapa harus pusing, kan ada bapak di rumah". Langsung saja aku ambil telpon genggamku dan dengan sigap menelepon pria luar biasa yang ada di seberang pulau sana.
Segera setelah mendengar suaranya, air mata malah keluar. Rasanya kesal, lelah, ingin pulang, rindu emak semuanya bercampur dengan diwakili oleh buliran air mata yang gak kenal ijin langsung keluar
hahahahhaha...
bagitulah, nasib seorang anak gadis perantauan, jauh dari pelukan orgtua maupun saudara sedarah yang benar benar ampuh untuk ngobatin yg namanya apapun.
Huaaaaaa.....
Just miss all of that so much guys :')
Aku melakukan ini di kantor, hmmpp, sedikit tidak etis memang tapi aku memang benar benar tidak ingin diganggu sedikit pun.
Bahkan seutas senyum pun tidak berniat untuk kumunculkan. :D
yah sudahlah, terserah mereka berpikir apa, tapi aku benar benar kecewa
Rasanya pengen cepat cepat berpindah hari ini dari tempat yang dikasih label "KANTOR".
Tapi, dengan sigap setelah kesal melanda, alarm di kepalaku berbunyi, dengan tulisan "kenapa harus pusing, kan ada bapak di rumah". Langsung saja aku ambil telpon genggamku dan dengan sigap menelepon pria luar biasa yang ada di seberang pulau sana.
Segera setelah mendengar suaranya, air mata malah keluar. Rasanya kesal, lelah, ingin pulang, rindu emak semuanya bercampur dengan diwakili oleh buliran air mata yang gak kenal ijin langsung keluar
hahahahhaha...
bagitulah, nasib seorang anak gadis perantauan, jauh dari pelukan orgtua maupun saudara sedarah yang benar benar ampuh untuk ngobatin yg namanya apapun.
Huaaaaaa.....
Just miss all of that so much guys :')
Sunday, 28 August 2016
Hei, Kamu
ya kamu, ribuan titik air hujan
ya kamu, ribuan titik air hujan
Lagi lagi kamu terjun bebas
Tanpa ijin dari siapapun
Sesukamu
Sedang apa kamu
Berusaha menembusnya?
Aku tidak akan mengijinkannya
Tidak! Bahkan sekalipun
Tidak! Bahkan sekalipun
Tapi, hei... Tunggu dulu
Kamu terlihat indah saat berusaha menembusnya
Aku serius, itu indah
Aku serius, itu indah
Hei, Kamu
ya kamu, yang berdiri di bawah kaca bening
Lagi lagi kamu menghindariku
Takut, cihh....
Seperti tahu busuk jatuh berserakan, keberanianmu
Takut, cihh....
Seperti tahu busuk jatuh berserakan, keberanianmu
Sedang apa kamu
Berlindung?
Aku akan berusaha menembusnya
tunggu waktunya
Tapi, heii... Tunggu dulu
Aku tidak berniat manykitimu
Percayalah, kamu akan menyukainya
Aku tidak berniat manykitimu
Percayalah, kamu akan menyukainya
290816, Manusia Bumi dan Hujan
Monday, 22 August 2016
Di saat aku tidak melakukan apa apa
yang terlintas di pikiranku hanya dirimu Ma.
Kakak kangen kali sama mama.
Tapi kakak hanya bisa nyampein kangen kakak lewat doa
Gak bisa kakak ungkapkan seberapa besar kangen kakak ke mama
Cuma dengan nangis, bisa membuat perasaan lega
Tetapi leganya cuma sesaat aja ma
Kakak kangen suara mama
Kakak kangen pelukan mama
Kakak kangen kalimat cerewetnya mama
Kakak kangen amarahnya mama
Hhuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
Rasanya gak terkatakan
Kakak kangenn kali
Amat sangat kangen
Sebagian kekuatan kakak hilang rasanya
Sekarang tinggal kakak yg minta bantuan Tuhan untuk tetap kuat dan tersenyum
yang terlintas di pikiranku hanya dirimu Ma.
Kakak kangen kali sama mama.
Tapi kakak hanya bisa nyampein kangen kakak lewat doa
Gak bisa kakak ungkapkan seberapa besar kangen kakak ke mama
Cuma dengan nangis, bisa membuat perasaan lega
Tetapi leganya cuma sesaat aja ma
Kakak kangen suara mama
Kakak kangen pelukan mama
Kakak kangen kalimat cerewetnya mama
Kakak kangen amarahnya mama
Hhuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
Rasanya gak terkatakan
Kakak kangenn kali
Amat sangat kangen
Sebagian kekuatan kakak hilang rasanya
Sekarang tinggal kakak yg minta bantuan Tuhan untuk tetap kuat dan tersenyum
Sunday, 21 August 2016
Kembali duduk di tempat biasa.
Tempat yang selalu menjadi saksi di saat aku sangat merindukan kalian
terutama dirimu....
Malam yang juga menjadi teman untuk kembali ke kenangan kenangan indah itu
entah bintang juga ikut mendengar, aku tidak tau.
Aku lebih memilih untuk berdiskusi dengan diriku sendiri
tak ingin orang lain memecah ingatanku pada kenanganku bersama dengan mereka
lagi lagi yang terutama dengan dirimu
Di sudut sana terdengar seseorang yang tertawa bahagia
Tawa yang mengingatkanku saat bersamamu
Saat kita membicarakan hal yang lucu tentunya
Saat kita membicarakan hal yang lucu tentunya
Di sudut yang lainnya terdengar teriakan kecil dan kadang melembut
kembali mengingatkanku saat bersamamu
saat kau sedang tidak sependapat denganku
kembali mengingatkanku saat bersamamu
saat kau sedang tidak sependapat denganku
Di sudut yang lainnya, aku melihat wanita paruh baya berjalan dengan gadisnya
kembali, kenangan itu menusuk area untuk bernafas
aku tak tahan lagi untuk pemandangan itu
Benar, aku sangat sangat merindukan tangan halusmu
suara mu yang bisa menenangkanku
pelukan yang sangat nyaman
hanya darimu.
aku tak tahan lagi untuk pemandangan itu
Benar, aku sangat sangat merindukan tangan halusmu
suara mu yang bisa menenangkanku
pelukan yang sangat nyaman
hanya darimu.
Friday, 8 July 2016
Rangkaian kalimat ini aku mulai pada saat jarum dari sebuah benda bundar yang menghiasi dinding putih menunjukkan angka 11 ditemani dengan penerangan buatan karena matahari sudah enggan untuk menunjukkan dirinya kepada orang orang-orang. Harus mulai dari mana ya? Hmppppp.... begini saja, aku ceritakan tentang apa yang akan aku tulis malam ini. Aku dapat sebuah buku dari seseorang. Seseorang yang tentunya baik karena bersedia memberikan sebuah buku yang sudah dibumbui dengan tanda tangan asli si penulis. Terimakasih untukmu.
Buku ini punya dua judul, yang satunya ‘PERCAYA CINTA’ dan yang satunya lagi adalah antonimnya, yaitu ‘TAK PERCAYA CINTA’. Entah kenapa aku secara spontan menyebutkan judul percaya cInta terlebih dahulu dibanding tak percaya cinta.
Buat kakak penulis buku –Alldo Felix Januardy & Muthia Zahra Feriani-, terimakasih sudah meluangkan waktu menuntun pena kakak menari-nari di atas lembaran kertas yang awalnya kosong sehingga memberikan inspirasi untuk si pembaca dan terimakasih juga sudah mengoreskan tinta pena kakak untuk menuliskan nama seseorang tersebut di lembaran awal buku ini. Aku berharap suatu saat nanti kakak bisa membaca tulisan singkat dan sederhana ini. Semoga.
Sama seperti judul pertama yang aku sebutkan sebelumnya, secara spontan aku membuka lembaran demi lembaran dari judul tersebut ‘PERCAYA CINTA’. Di awal membaca buku ini aku terbuai dengan kata kata manis dari dari setiap kalimat buku ini. Aku merasa pernah jadi bagian cerita dari buku ini. Kamu juga pasti merasakan hal yang sama jika membaca bagian ini. Aku dibawa kembali ke masa-masa dimana aku pernah merasa dikasihi dan mengasihi (aku pilih kata kasih dibanding cinta, karena yang aku tau, kasih itu lebih indah dari hanya sekedar cinta). Tidak disengaja ingatan itu membuat bibirku tersenyum. Tetapi setelah membaca lembar-lembar berikutnya, ini terlalu manis, ini terlalu membosankan, dan klise. Ada perasaan untuk berhenti membaca bagian ini dan membuka lembaran awal di bagian lain. Tetapi aku urungkan niat ini dan melanjutkan membca meskipun dengan sedikit tidak bersemangat karena ini terlalu MANIS dan KLISE. Ya, begitulah yang kurasakan hingga sampai pada epilog bagian ini.
Aku beralih ke bagian lain buku ini, yaitu TAK PERCAYA CINTA. Aku membaca lembaran demi lembaran, dan kamu tau apa yang aku pikirkan, ini terlalu PAHIT dan karakter dalam bagian ini selalu membohongi dirinya sendiri. Kamu tau tidak, karakter dalam buku ini memang sangat tidak percaya sama yang namanya cinta, tapi dia gak sadar kalau sebelum dia bilang di tidak percaya cinta, dia sudah lebih dahulu melalui fase yang namanya percaya cinta. Itu yang membuatku merasa bahwa karakter ini membohongi dirinya sendiri –tanpa sadar- Hal ini membuatku tidak terlalu bersemangat untuk melanjutkan cerita ini. Hingga sampai pada epilog, aku tiba tiba menemukan sesuatu.
Ya, epilog yang ada pada bagian TAK PERCAYA CINTA menceritakan perasaan dari orang yang berbeda dari yang ada pada epilog PERCAYA CINTA, tapi mereka memiliki sebuah hubungan yang istimewa, yaitu pernah mengasihi dan dikasihi. Pada saat membaca ulang epilog kedua bagian buku ini, aku merasa ini bagian yang lengkap. Berbeda dengan membaca satu per satu bagian dari buku ini, terasa ada yang kurang, bosan, klise, terlalu pahit, terlalu manis. Kedua bagian ini –percaya dan tidak percaya cinta- adalah bagian yang saling melengkapi. Awalnya kamu tidak percaya dengan cinta tetapi Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang mengasihimu apa adanya dan akhirnya kamu akan percaya dengan adanya cinta. Awalnya kamu percaya dengan cinta, namun saat kemu merasa kecewa dan disakiti, kamu akan memutuskan pemikiran untuk tidak percaya lagi dengan cinta, tapi suatu saat nanti kamu akan memutuskan kembali untuk percaya dengan cinta. Tuhan menciptakan kita manusia dengan cinta dan itu adalah awalnya kita percaya dengan adanya cinta. Cinta yang tulus dari pencipta dengan ciptaanNya, begitu juga dengan sesama kita. Percaya cinta dan tidak percaya cinta adalah bagian yang tak bisa dipisahkan. Jika salah satu saja yang kita alami, bagian dari hidup kita seperti ada yang hilang dan membosankan, perasaan yang sama saat aku membaca masing-masing bagian buku ini. Buku ini memiliki dua sisi tetapi uniknya dikemas dalam satu buku. Sisi yang satunya adalah percaya cinta dan sisi satunya lagi tidak percaya cinta. Ini benar benar unik, kakak penulis pengen ngasih tau ke kita bahwa dua bagian ini adalah satu, saling melengkapi. Aku ambil perumpamaan aja deh. Sinar matahari bila bertemu dengan titik air hujan akan memunculkan sebuah pelangi yang indah dan seperti kumpulan keping-keping puzzle yang saat disusun tetapi ada bagian yang hilang, kita tidak tau apa yang ingin disampaikan puzzle itu kepada kita saat dia tersusun utuh. Aku memilih dua duanya. Yaa, pada akhirnya aku memilih untuk percaya cinta dan tidak percaya cinta.
Bagaimana dengan kamu? Iya, kamu :)
Terimakasih untuk kak Alldo dan kak Muthia, dan juga untuk seseorang yang memberikan buku ini.
Thursday, 23 June 2016
penyemangat diri sendiri dan orang lain :)
Sebelumnya, aku sudah pernah tulis sebuah artikel yang mewakili perasaanku pada saat itu juga. Perasaan itu tertuang di dalam sini
Sebelumnya, aku sudah pernah tulis sebuah artikel yang mewakili perasaanku pada saat itu juga. Perasaan itu tertuang di dalam sini
Tau gak, Tuhan itu punya jawaban untuk setiap doa dari masing-masing kita. Kamu juga pasti tau akan hal itu. Jawaban dari dia hanya 3, yaitu YA, TIDAK, dan TUNGGU.
Yaaa, rencana-rencana yang sudah kita rancang pasti kita selipkan dalam untaian doa kita padaNya. Pastinya begitu dong. Coba pikir pikir lagi, ketiga jawaban itu tanpa kita sadari sudah kita lewati satu per satu, meskipun butuh proses yang panjang. Coba refleksikan kembali setiap rancangan yang sudah kamu coret dari list kamu.
Saat aku menulis artikel yang aku sebutin di atas, ada sebuah rencana yang berada dalam posisi top list ku. Rencana yang sudah sangat lama aku tunggu hasilnya. Rencana itu masuk dalam top list-ku karena sudah kurang lebih 3 tahun aku melaluinya bersama dengan mereka, orang-orang yang sangat kukasihi dan sangat mengasihiku. Pastinya rencana itu selalu kuselipkan dalam untaian doaku.
Tuhan benar benar kasih proses yang panjang untuk jawaban dari rencanaku ini. Benar-benar panjang dan sangat melelahkan. Semuanya lelah, aku lelah, mereka juga lelah dan terkhusus si emak (alias Ibuku) pasti juga amat sangat lelah.
Tapi Tuhan gak pernah ngebiarin kita sendiri.
Terkadang Tuhan membiarkan kita berjalan sendiri, meskipun kita tertatih-tatih tapi dia selalu di belakang kita kok. Layaknya orang tua yang sedang mengawasi kita untuk belajar berjalan. Saat jatuh, tanganNya pasti terulur ke hadapan kita, tergantung kita apakah kita akan menyambut tangan itu atau tidak.
Dalam proses 3 tahun itu, aku sadar, terkadang aku tidak menyambut tangan itu dan terkadang meminta tangan itu terulur kembali dan Dia akan dengan senang hati mengulurkan tangan itu kembali kepada kita. Sering begitu.
Saat aku menulis artikel yang aku sebutin di atas, ada sebuah rencana yang berada dalam posisi top list ku. Rencana yang sudah sangat lama aku tunggu hasilnya. Rencana itu masuk dalam top list-ku karena sudah kurang lebih 3 tahun aku melaluinya bersama dengan mereka, orang-orang yang sangat kukasihi dan sangat mengasihiku. Pastinya rencana itu selalu kuselipkan dalam untaian doaku.
Tuhan benar benar kasih proses yang panjang untuk jawaban dari rencanaku ini. Benar-benar panjang dan sangat melelahkan. Semuanya lelah, aku lelah, mereka juga lelah dan terkhusus si emak (alias Ibuku) pasti juga amat sangat lelah.
Tapi Tuhan gak pernah ngebiarin kita sendiri.
Terkadang Tuhan membiarkan kita berjalan sendiri, meskipun kita tertatih-tatih tapi dia selalu di belakang kita kok. Layaknya orang tua yang sedang mengawasi kita untuk belajar berjalan. Saat jatuh, tanganNya pasti terulur ke hadapan kita, tergantung kita apakah kita akan menyambut tangan itu atau tidak.
Dalam proses 3 tahun itu, aku sadar, terkadang aku tidak menyambut tangan itu dan terkadang meminta tangan itu terulur kembali dan Dia akan dengan senang hati mengulurkan tangan itu kembali kepada kita. Sering begitu.
Penyakit itu ada dalam tubuh Ibuku kurang lebih 3 tahun, jahat dan sangat jahat. Aku, ayahku dan adik-adikku menyaksikan bagaimana dia sedikit demi sedikit mengurangi kelincahan ibuku, mengurangi senyum dan tawa dari bibirnya, mengurangi kata-kata cerewetnya saat dia sedang marah, mengurangi kekuatan fisiknya untuk berjalan, berbicara, terutama memeluk kami dan perlahan-lahan semua hal itu hilang.
Dalam proses itu, tidak bisa dibantah, bahwa kami pernah marah pada Tuhan, pernah meragukan Tuhan dalam hidup kami. Tapi kami masih saling memiliki, kami saling menguatkan, aku, Ayah dan adik-adikku. Dibalik cobaan itu, ada berkat indah yang Tuhan salurkan untuk kami masing-masing. Berkat yang tidak akan ternilai untuk keluarga kami.
Serius banget nih ceritanya. Nulis ini aja udah pengen nangis rasanya, tapi gak boleh, harus tetap semangat.
Tau gak, akhirnya Tuhan kasih jawaban untuk rencana utamaku itu.
Tadi aku belum sebutin rencananya kan. Nah, rencanaku itu adalah ingin memberikan obat terbaik lewat penghasilan yang sudah kumiliki dibantu oleh adikku. Tapi kembali lagi, rencana kita yang menyusun, tetapi keputusan tetap di tangan Tuhan. Aku dan pastinya keluargaku selalu berdoa untuk kesembuhan Ibuku. Kami pengen dia pulih seperti dulu lagi dan Tuhan menjawab YA. Ibuku sudah bahagia bersamaNya disana. Melihat kami dari kejauhan dengan tersenyum. Rasa sakit itu sudah hilang dan sembuh. Tuhan memberikan kesembuhan yang seutuhnya untuk Ibuku. Kesembuhan yang bukan karena perbuatan manusia, tapi kesembuhan yang benar benar berasal dariNya.
Dalam proses itu, tidak bisa dibantah, bahwa kami pernah marah pada Tuhan, pernah meragukan Tuhan dalam hidup kami. Tapi kami masih saling memiliki, kami saling menguatkan, aku, Ayah dan adik-adikku. Dibalik cobaan itu, ada berkat indah yang Tuhan salurkan untuk kami masing-masing. Berkat yang tidak akan ternilai untuk keluarga kami.
Serius banget nih ceritanya. Nulis ini aja udah pengen nangis rasanya, tapi gak boleh, harus tetap semangat.
Tau gak, akhirnya Tuhan kasih jawaban untuk rencana utamaku itu.
Tadi aku belum sebutin rencananya kan. Nah, rencanaku itu adalah ingin memberikan obat terbaik lewat penghasilan yang sudah kumiliki dibantu oleh adikku. Tapi kembali lagi, rencana kita yang menyusun, tetapi keputusan tetap di tangan Tuhan. Aku dan pastinya keluargaku selalu berdoa untuk kesembuhan Ibuku. Kami pengen dia pulih seperti dulu lagi dan Tuhan menjawab YA. Ibuku sudah bahagia bersamaNya disana. Melihat kami dari kejauhan dengan tersenyum. Rasa sakit itu sudah hilang dan sembuh. Tuhan memberikan kesembuhan yang seutuhnya untuk Ibuku. Kesembuhan yang bukan karena perbuatan manusia, tapi kesembuhan yang benar benar berasal dariNya.
Terkadang jawaban YA gak selalu menyenangkan hati seorang manusia seperti kita, karena kita gak tahu dengan cara apa Tuhan memberikan jawaban YA sama kita. Untuk kasusku ini kalau ada kata yang bisa menggambarkan perasaan sedih, aku pilih kata itu deh, tapi kayaknya gak ada. Aku udah ga bisa lagi ngerasain pelukan dari seorang Ibu, cerewetan dari seorang Ibu, suara lembutnya, suara tawanya. Kalau dipikir pikir sih, wahhhhhhhh, luar biasa sedihnya. Tapi aku masih punya adik-adik dan seorang Ayah yang sangat luar biasa. Aku juga harus menjadi kuat dan semangat seperti Ibuku yang 3 tahun ini sudah berjuang melawan sakit itu demi kami anak-anaknya.
Terkadang aku juga ga bisa membendung tangisanku di malam hari saat aku rindu sekali dengan Ibuku. Rindunya itu loh bikin sesak. Sesak sekali. Yang bisa aku lakuin hanya membiarkan tangisan itu keluar dan tentunya sambil berdoa. Beneran, ini beneran.
Hahhhhhh, ora iso dideskripsikanlah pokoknya. Tapi harus selalu ingat, kita punya Tuhan yang gak akan pernah ninggalin kita, meskipun terkadang kita nakal :'). Terimakasih Tuhan, jagain si emak (Ibu) disana yaa. Sampaikan rasa rindu kami padanya.
Buat kamu kamu yang disana tetap semangat juga :)
Terkadang aku juga ga bisa membendung tangisanku di malam hari saat aku rindu sekali dengan Ibuku. Rindunya itu loh bikin sesak. Sesak sekali. Yang bisa aku lakuin hanya membiarkan tangisan itu keluar dan tentunya sambil berdoa. Beneran, ini beneran.
Hahhhhhh, ora iso dideskripsikanlah pokoknya. Tapi harus selalu ingat, kita punya Tuhan yang gak akan pernah ninggalin kita, meskipun terkadang kita nakal :'). Terimakasih Tuhan, jagain si emak (Ibu) disana yaa. Sampaikan rasa rindu kami padanya.
Buat kamu kamu yang disana tetap semangat juga :)
Subscribe to:
Posts (Atom)